Dengan semangat Reformasi yang menjunjung tinggi otoritas Alkitab dan kedaulatan Allah, STTRI didirikan untuk mempersiapkan generasi penerus yang akan memelihara nyala api Reformasi di tengah kesuaman, kegairahan semu, dan ketidakpastian arah gereja di abad XXI.
Dalam penyelenggaraan pendidikannya, STTRI menganut beberapa prinsip pelayanan (core values) sebagai berikut:

1. Teologi Reformed Injili
2. Integrasi iman dan kehidupan
3. Pendekatan holistik
4. Kematangan berpikir dan kedewasaan
pribadi Kristen
5. Semangat "cooperation without
compromise
"
Situs-situs Resmi STTRI:
ReformedIndonesia.ac.idKonselingKristen.orgTwitterFaceBook
Rekanan dan Jejaring STTRI:
Pancar Pijar Alkitab (PPA)PERKANTASUniversitas Pelita Harapan (UPH)Calvin Theological SeminarySTT CipanasSTT MoriahSTT SkripturaSTT SoteriaWorld Reformed Fellowship
Institusi Anda rekanan kami namun belum terdaftar di atas? Kontak kami dan beritahukan situs resmi Anda.
Pendahuluan
Sekolah Tinggi Teologi Reformed Indonesia (STTRI) berdiri sebagai tanggapan atas panggilan Tuhan yang jelas yaitu memperlengkapi orang-orang Kristen dengan pengenalan yang benar akan inti berita Alkitab untuk pelayanan dan kesaksian mereka di tengah dunia. Dengan semangat Reformasi yang menjunjung tinggi otoritas Alkitab dan kedaulatan Allah, STTRI mempersiapkan generasi penerus yang akan memelihara nyala api Reformasi di tengah kesuaman, kegairahan semu, dan ketidakpastian arah gereja di abad XXI.

STTRI didirikan dengan suatu tekad untuk menjadi lembaga pendidikan yang baik. STTRI tidak didirikan semata-mata untuk menyediakan kebutuhan tenaga yang akan bekerja di gereja atau lembaga-lembaga Kristen. STTRI didirikan bukan hanya untuk menjadi salah satu di antara sekian banyak Sekolah Tinggi Teologi (STT) yang tersebar di seluruh Indonesia. STTRI didirikan untuk menantang zaman agar kembali kepada kebenaran yang sejati. Tidak mudah bagi individu-individu yang belum menemukan jati dirinya untuk dapat melihat dan menghargai keunikan STTRI di tengah STT-STT lainnya. Kiranya Tuhan mengutus orang-orang yang sudah menangkap visi STTRI, yaitu orang-orang Kristen yang sudah lahir baru, yang berkepribadian dewasa, dan yang mempunyai komitmen untuk belajar dan mengalami perubahan hidup yang seutuhnya. Keunikan STTRI ini nyata melalui: Rancangan kurikulum, Integrasi Antar-Mata Kuliah, dan Pembinaan.

Rancangan Kurikulum
Kurikulum di STTRI dirancang dengan kepekaan dan pengamatan yang jeli terhadap perubahan dan tantangan zaman. Di tengah dunia keagamaan dan kekristenan yang sangat majemuk, keterampilan dan kepekaan dalam berdialog dan bekerjasama tanpa kehilangan identitas sangat diperlukan. Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan pergeseran nilai-nilai kehidupan manusia, daya berpikir yang kritis dan konstruktif menjadi kebutuhan setiap pemimpin gereja. Terlebih lagi di tengah kondisi bangsa Indonesia yang pluralistis ini, setiap warga gereja dituntut berpartisipasi penuh dalam mandat budaya (cultural mandate). STTRI sangat menyadari panggilan Allah untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin gereja yang mampu membimbing dan memperlengkapi setiap ‘domba’ Allah untuk dapat mempertanggungjawab-kan iman mereka.

Integrasi Antar-Mata Kuliah
Semangat integrasi memungkinkan setiap mahasiswa melihat kesatuan di antara mata kuliah yang satu dengan mata kuliah yang lain. Hasilnya, pengetahuan teologi, psikologi dan filsafat tidak lagi menjadi konsumsi otak semata-mata, melainkan menjadi dasar dari semangat penginjilan dan penggembalaan yang menjiwai setiap pelayanan dan kesaksian Kristen baik di dalam maupun di luar gereja.

Pembinaan
Di samping tuntutan kemampuan berpikir akademis, setiap mahasiswa STTRI mendapat pembinaan secara utuh melalui program pembinaan yang integratif dan holistik baik secara pribadi maupun kelompok dengan objektif yang jelas, yaitu pembentukan pribadi hamba Tuhan yang seutuhnya.
Pada tahun 1984, dalam percakapan di Jl. Arief Margono 18 Malang (Kampus SAAT), Pdt. Dr. Stephen Tong, Pdt. Dr. Caleb Tong, dan Pdt. Yakub B. Susabda, Ph.D. mendapat suatu beban bersama untuk mendirikan sebuah yayasan yang kemudian disebut Lembaga Reformed Injili Indonesia (LRII).

LRII mencoba merespons tantangan zaman dalam segala bentuknya sebagai manifestasi pertanggungjawaban iman. LRII menyadari munculnya pergeseran pandangan teologi yang semakin meninggalkan "inti iman Kristen," penolakan terhadap Alkitab sebagai firman Allah yang berotoritas dalam berbagai bentuk, serta penolakan terhadap Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Di tengah arus pascamodernisme dan era informasi digital ini kehadiran gereja dan umat Kristen di tengah dunia menjadi semakin tidak signifikan. Berita serta ajarannya menjadi semakin tidak relevan. Hal-hal yang menggelisahkan ini telah hadir dengan kekuatan pergeseran budaya yang sulit untuk diatasi. Sebagai dampaknya, gereja-gereja cenderung mengubah natur bahkan identitasnya menjadi gereja yang menekankan entertainment untuk dapat menarik minat umat untuk tetap datang sehingga umat Kristiani makin jauh dari apa yang seharusnya.
Pertanyaan yang terus digumulkan LRII adalah: “Apa yang harus dilakukan untuk merespons gejala-gejala ini?” Para pendiri LRII memulainya dengan menyelenggarakan seminar-seminar pembinaan iman Kristen, kebaktian-kebaktian kebangunan rohani, serta pembentukan sekolah-sekolah teologi untuk awam di berbagai kota besar di Indonesia. Seiring bergulirnya waktu dan dinamika yang ada, dengan visi yang semakin jelas maka pada tanggal 18 Agustus 1991 berdirilah Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) di Jakarta.

STTRI yang diresmikan di gedung Granadha (Jakarta) ini memiliki sebuah kampus yang terletak di jalan Kemang Utara IX/10, Warung Buncit, Jakarta Selatan. Gedung sekolah yang dahulunya bernama Ecole International Francaise ini betul-betul merupakan anugerah Tuhan yang dikaruaniakan kepada STTRI melalui kebaikan dan usaha beberapa saudara seiman pendukung LRII yang setia, antara lain bapak Enoch Tjakra, Suwaji Wijaya, Luke Roxas, Joseph Tjakra dan istri, Angsono, dan lain-lain. Pengorbanan dan jerih payah mereka telah memperlancar langkah-langkah pertama STTRI. Dengan fasilitas yang memang sudah tersedia untuk sebuah lembaga pendidikan, kuliah perdana dapat segera dimulai dengan 19 mahasiswa, 13 tenaga pengajar, 3 ruang kelas, 10.000 buku di Perpustakaan H. F. Tan, dan asrama yang dapat menampung 60 mahasiswa dan 2 keluarga dosen.

Pada tahun 2010 LRII akhirnya berubah menjadi Lembaga Reformed Indonesia (LRI) yang secara penuh diserahkan kepada kepemimpinan Pdt. Yakub B. Susabda. Dan mulai bulan Agustus 2013, STTRII kemudian secara resmi berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Teologi Reformed Indonesia (STTRI).

Rektor STTRI:
- Pdt. Dr. Stephen Tong (1991-2006)
- Pdt. Yakub B. Susabda, Ph.D. (2006-2016)
- Ev. Yuzo Adhinarta, S.T., Ph.D. (2016-sekarang)
Visi
Menjadi lembaga pendidikan teologi yang mampu mengintegrasikan antara iman dengan kehidupan yang seutuhnya berdasarkan kerangka pikir teologi Reformed Injili.

Misi
1. Mendidik dan melengkapi setiap mahasiswa menjadi kader pemimpin Kristen yang mampu menstimulir pertumbuhan kerohanian dan kepribadian umat Kristen yang seutuhnya.

2. Menyediakan sarana-sarana riset ilmiah yang reflektif, integratif, dan aplikatif yang mampu menjawab kebutuhan kesaksian dan pelayanan Kristen yang seutuhnya.

3. Membina kerja sama dengan berbagai komponen masyarakat yang berbeda demi terciptanya kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan
1. Menghasilkan pemimpin-pemimpin Kristen yang memiliki kehidupan yang seutuhnya dan mampu mendidik masyarakat untuk kehidupan yang seutuhnya pula.

2. Menghasilkan pemimpin-pemimpin Kristen yang mampu menstimulir pertumbuhan kerohanian dan kepribadian umat Kristen melalui sistim pendidikan teologi yang holistik sesuai dengan pertanggungjawaban iman Kristen.

3. Menghasilkan karya penelitian ilmiah yang dipublikasikan untuk melengkapi kebutuhan pendidikan teologi, gereja, dan masyarakat.

4. Menghasilkan pemimpin-pemimpin Kristen yang mampu membina kerjasama dengan berbagai komponen masyarakat yang berbeda demi terciptanya kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.
STTRI memegang teguh iman Reformed dan semangat Injili. Sebagai standar doktrinal, STTRI menggunakan rumusan iman Alkitabiah dalam Pengakuan Iman Rasuli, Nicea, Athanasius, dan dalam dokumen-dokumen konfesional Reformed seperti Pengakuan Iman dan Katekismus Westminster, Katekismus Heidelberg, Pengakuan Iman Belgia, dan Canons of Dort.

Rumusan singkat pemahaman iman STTRI adalah sebagai berikut:

1. STTRI percaya kepada satu-satunya Allah yang kekal, hidup dan benar, Allah yang Esa dalam tiga pribadi, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dia adalah Allah Tritunggal yang menciptakan alam semesta dengan segala isinya.

2. STTRI percaya bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah penyataan Allah yang sempurna, diilhamkan oleh Roh Kudus, otoritas tunggal dan mutlak bagi iman dan kehidupan, dan tidak bersalah dalam segala sesuatu yang ditulis dan diberitakannya.

3. STTRI percaya bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang diciptakan dengan kekudusan, keadilan, dan pengenalan sejati sebagai peta dan teladan Allah. "Di dalam Adam," manusia telah jatuh ke dalam dosa, dan keselamatan hanya dapat diperoleh karena anugerah melalui iman kepada Kristus Yesus, Anak Allah yang Tunggal, Tuhan kita.

4. STTRI percaya kepada Yesus Kristus, pribadi kedua Allah Tritunggal, Allah sejati dan manusia sejati, satu-satunya Pengantara Esa antara Allah dan manusia, yang telah dikandung oleh Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, hidup tanpa dosa, disalibkan, mati menggantikan manusia berdosa dan bangkit dari kematian, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Dia akan datang kembali dalam tubuh kemuliaan-Nya untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

5. STTRI percaya kepada Roh Kudus, pribadi ketiga Allah Tritunggal, yang mewahyukan Alkitab dan yang melahirbarukan dan mempersatukan orang-orang percaya ke dalam Tubuh Kristus. Roh Kudus mengaruniakan kepada gereja-Nya karunia -karunia untuk pelayanan orang-orang kudus bagi persatuan dan pembangunan tubuh Kristus yang kudus dan am (una sancta catholica et apostolica ecclesia).
Dalam penyelenggaraan pendidikannya, STTRI menganut beberapa prinsip pelayanan (core values) sebagai berikut:
1. Teologi Reformed Injili
2. Integrasi iman dan kehidupan
3. Pendekatan holistik
4. Kematangan berpikir dan kedewasaan pribadi Kristen
5. Semangat "cooperation without compromise"

STTRI dinaungi oleh Lembaga Reformed Injili Indonesia (LRII) yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian Yayasan no. 24, tanggal 16 Mei 1986, dengan notaris Ny. H. Sumampouw, S.H. LRII terdaftar di Departemen Agama RI: LRII No. 137 Tahun 1989. Pada tahun 2009-2010 LRII melakukan pembaharuan, pendaftaran ulang, dan perubahan nama menjadi Lembaga Reformed Indonesia (LRI) berdasarkan:

1. Pembaharuan Akta Pendirian Yayasan No. 28 Tanggal 23 April 2009 dengan notaris Rahayu Ningsih, S.H.;
2. Akta Penyimpanan No: 03. Tanggal 06 September 2010 dengan notaris Rahayu Ningsih, S.H.; dan
3. Keputusan Dirjen Bimas Kristen Nomor: DJ III/Kep/HK.00.5/398/2010.

Seluruh program studi di STTRI, baik Sarjana Teologi (S.Th.) dan Magister Teologi (M.Th.) telah mendapat ijin operasional dari Departemen Agama dan terakreditasi dengan nilai "B" oleh BAN-PT (S.Th: 051/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/II/2013; M.Th.: 484/SK/BAN-PT/Akred/M/XII/2014). Di samping itu seluruh program studi di STTRI (S.Th. dan M.Th.) juga telah terakreditasi oleh ATESEA (The Association for Theological Education in South East Asia).

STTRI adalah anggota asosiasi-asosiasi pendidikan teologi di dalam maupun luar negeri, seperti ATESEA, yang merupakan anggota dari The World Conference of Associations of Theological Institutions (WOCATI), ATA, Perhimpunan Sekolah-sekolah Teologi di Indonesia (PERSETIA), dan Persekutuan Antar Sekolah Teologi Injili (PASTI).
Dukungan Anda kepada STTRI dalam wujud apapun merupakan sebuah pemberian yang akan terus memberi (a gift that keeps on giving). Mengapa? Karena memberi dukungan kepada STTRI berarti juga berbagian dalam proses melahirkan generasi masa depan hamba Tuhan, pemimpin, dan konselor Kristen yang nantinya akan meneruskan obor api pelayanan kepada generasi selanjutnya. Segala bentuk dukungan Anda akan digunakan sepenuhnya dengan bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam Kerajaan Allah demi munculnya sebuah generasi masa depan pelayan-pelayan Tuhan di Indonesia yang setia dan mencintai Tuhan, yang berintegritas dan mempersembahkan diri kepada Tuhan untuk melayani dan menantang zamannya untuk kembali kepada Tuhan dan kebenaran-Nya.

Apakah Anda digerakkan Tuhan untuk dengan sukarela mendukung pekerjaan Tuhan di STTRI? Ada beberapa bentuk dukungan yang dapat Anda berikan kepada kami:

Doa — Kita percaya bahwa tiap doa yang dipanjatkan dengan iman dan kesungguhan sangat besar kuasanya. Anda bisa mendoakan beberapa pokok doa di bawah ini:

- Doakan tiap orang yang terlibat dalam pelayanan di STTRI (anggota yayasan LRI dan mitra STTRI, dewan pengajar, para staf, mahasiswa, dan alumni, agar melalui bagiannya masing-masing orang bisa dipakai Tuhan untuk menyelenggarakan pendidikan teologi yang secara efektif membawa kemuliaan bagi Tuhan sesuai dengan visi dan misi yang Tuhan sudah berikan

- Doakan proses pembentukan karakter berintegritas, pertumbuhan iman, dan pendidikan kader-kader pemimpin Kristen yang terus berlangsung di STTRI melalui semua program yang dikerjakan, baik di dalam maupun di luar kelas

- Doakan program-program pengabdian kepada masyarakat luas yang dilakukan oleh STTRI melalui pelayanan radio (RBM), pelayanan konseling (via tatap-muka dan telepon), kuliah-kuliah intensif, dan rupa-rupa bentuk pelayanan yang dilakukan oleh para dosen, mahasiswa, dan alumni di gereja-gereja, sekolah-sekolah, dan organisasi-organisasi Kristen

Dana — Dukungan dana Anda bisa disalurkan dalam bentuk: dana beasiswa, dana fasilitas pendidikan, dana umum, atau yang lain. Dukungan dana untuk pelayanan STTRI tersebut bisa dikirimkan melalui transfer ke rekening bank STTRI sebagai berikut:

Bank CIMB Niaga (Cabang Kemang)
No A/C. 800073329000 (Rp.)
253.02.00081.001 (USD) - Swift Code: BNIAIDJA
A.n. Yayasan Lembaga Reformed Indonesia

Tuliskan di berita acara transfer dalam wujud apa Anda kehendaki dana tersebut disalurkan. Tanda terima akan kami kirimkan kepada Anda jika Anda memberitahukan kepada kami nama dan alamat lengkap Anda.

Publikasi — Anda bisa menolong kami dengan membagi-bagikan brosur, pamflet, atau material publikasi yang lain di lingkungan gereja atau institusi tempat Anda bekerja atau melayani. Anda hanya perlu memberitahukan kepada kami jenis dan jumlah material publikasi yang Anda kehendaki beserta dengan nama dan alamat lengkap Anda, dan kami akan dengan senang hati mengirimkan material publikasi yang Anda kehendaki ke alamat Anda. Anda bisa menghubungi kami pada hari dan jam kerja via telepon ([021] 7990357, 7982819), via email (reformed@idola.net.id), atau via faksimili ([021] 7987437).


“Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan syukur kepada Allah.” — 2 Korintus 9:12
"Menempuh studi setingkat Magister di STTRI adalah suatu keuntungan besar yang saya dapat. Saya tidak hanya mendapat pengetahuan teologi khususnya teologi Biblika yang terkini, tetapi juga mampu berteologi dan mengajarkannya kepada orang lain. STTRI mendorong saya untuk bisa lebih maju lagi dan berani untuk menuangkan konsep teologis yang digali ke dalam tulisan. Ini adalah keterampilan yang saya peroleh dan saya gunakan sampai sekarang di dalam profesi saya sebagai dosen di STT Soteria Purwokerto. Selain itu, STTRI mengajar saya untuk berteologi secara integratif. Berteologi berarti menyentuh kebutuhan umat. Ada integrasi antara teks dan konteks. Saya bersyukur telah dibekali oleh STTRI baik dalam segi pengetahuan teks (berteologi) maupun dalam penerapan teks di lapangan (aplikasi)."

Hendi Wijaya (alumnus, M.Th. Teologi, 2011)



"Awalnya saya sangat berprasangka (prejudice) dengan kata 'Reformed'. Namun ternyata, belajar di STTRI justru menjadi salah satu momen terindah dalam perjalanan studi dan kerohanian saya. Di STTRI saya belajar teologi bukan hanya sekadar ilmu, tetapi juga sebuah kehidupan yang utuh dan terintegrasi dengan seluruh aspek kehidupan dan disiplin ilmu. Di STTRI saya disadarkan bahwa aktivitas religius tidak sama dengan kerohanian yang sejati. Di STTRI jugalah saya diajarkan bahwa yang 'tidak sama' bukan berarti musuh, dan 'yang berbeda' bukan berarti tidak bisa bersama-sama. Di STTRI saya menemukan bahwa 'Reformed' bukanlah seperti yang saya duga. Terima kasih Tuhan, terima kasih STTRI."

Deni Citra Damai Telaumbanua (alumnus, M.Th. Praktika, 2013)



"Saya masuk ke STTRI karena ingin belajar konseling, sebagai salah satu panggilan pelayanan. Saya sadar STTRI dikenal sebagai STT yang ketat dan serius dalam memberikan materi, termasuk tinggi tuntutannya dalam penilaian. Namun ternyata bukan itu satu-satunya yang saya alami. Saya dibentuk untuk berani menghadapi dan menerima keberadaan diri saya, mengaitkan setiap pelajaran dengan diri saya pribadi dan mempraktikkannya sekaligus dalam pelayanan saya di luar. Saya juga diajak bergumul dalam mengintegrasikan teologi dan psikologi, khususnya ketika menuliskan tesis di akhir studi. Ini semua di luar prediksi awal. Namun saya bersyukur Tuhan memakai STTRI untuk memproses hidup saya lebih holistik, melihat masalah dari berbagai sisi dan belajar bertanggung jawab dalam jalani hidup panggilanNya. Saya diperkaya bukan hanya di sisi kognitif, tetapi juga dalam emosi dan pengalaman. Dalam proses belajar di sana, saya pun lebih mengenal Tuhan. Bukan hanya tahu, tetapi benar-benar mengalami Tuhan dalam hidup pribadi dan pelayanan."

Virginia Gunawan (alumnus, M.Th. Konseling, 2013)



"Hidup saya mengalami perubahan yang drastis ketika Tuhan memberikan kesempatan hidup kedua kali melalui Gereja Presbyterian Anugerah (Pematang Siantar) untuk studi di STTRI (dulu STTRII). Sebagai seorang mantan pecandu narkoba yang kehidupannya telah hancur dan hidup dalam gelap serta tidak punya identitas dan tujuan hidup, tanpa bimbingan dan kehidupan berkomunitas yang kondusif di STTRI saya tidak tahu bagaimana jadinya hidup saya. Seumur hidup saya berhutang budi kepada Tuhan lewat gereja dan STTRI, baik melalui pelajaran-pelajaran teologi di kelas maupun konseling-konseling pribadi saya sungguh-sungguh mengalami kehadiran Tuhan yang perlahan-lahan memulihkan hidup saya, sehingga dari tahun 2004 sampai sekarang saya dimampukan untuk melayani di sebuah panti rehabilitasi pecandu narkoba Breakthrough Missions Indonesia di Sentul City."

Stephen Vincent (alumnus, M.Th. Konseling Pastoral, 2003)



"Saya bersyukur boleh studi di STTRI, meskipun terasa cukup lama dalam menyelesaikan program M.A. in Counseling saya. Saya bersyukur karena di sekolah ini cara berpikir saya menjadi semakin luas dan jujur, baik dalam pemahaman teologi maupun konseling. Saya disadarkan akan kerohanian semu yang bisa saja dialami oleh para rohaniwan, oleh karenanya saya belajar untuk mewaspadai hal itu di sini. Saya juga ditolong untuk berpikir integratif antara teologi dan psikologi dalam menjalani hidup ini. Hal ini saya coba realisasikan dalam khotbah-khotbah saya. Saya juga memiliki konsep yang berbeda dalam menjalankan konseling, yaitu bahwa konseling itu bukan nasehat, tetapi menolong klien sampai kepada kesadaran akan apa yang ia sedang alami dan mengapa berespons seperti demikian atas stimulan-stimulan yang ada."

Herlina Silitonga (alumnus, M.A. in Counseling, 2012)



"Belajar di kampus STTRI adalah suatu bagian indah dalam perjalanan hidup saya. Bukan sekadar belajar tentang konsep-konsep yang solid, namun di asrama saya juga mendapat pengalaman-pengalaman yang mengintegrasikan konsep yang saya pelajari di kelas-kelas dengan kehidupan pribadi dan pelayanan. Pengalaman studi di STTRI adalah anugerah bagi pendosa seperti saya."

Jey Sugianto (alumnus, M.Div., 2009)



"Selama beberapa tahun saya studi di STTRI, ilmu yang saya peroleh baik di bidang psikologi maupun teologi sangat menolong saya semakin mengenal diri. Saya juga jadi lebih memahami siapa Allah, bagaimana Ia terus berkarya dalam diri dan menlong kelemahan-kelemahan saya. Saya berharap melalui proses belajar dan pengalaman hidup, perubahan karakter dan cara pandang saya menjadi semakin baik di mata Allah, sehingga pada waktunya nanti Ia berkenan memakai saya."

Patricia Siahaan (mahasiswi, M.Th. Konseling)



"Anak saya adalah alumnus STTRI. Saya melihat perubahan dan kemajuan yang begitu pesat dalam kehidupannya sejak ia mengambil program M.Div. di sekolah ini. Menurut penilaian saya, STTRI adalah lembaga pendidikan teologi yang telah berhasil memadukan pengetahuan teologi dengan realitas praktis kehidupan yang seutuhnya dari setiap mahasiswanya."

Pdt. Pilipus Boediprayitno (Gembala Sidang GBT Purwokerto, ayah dari Pdt. Yason Budiprasetya, alumnus, M.Div., 2004)



"Sejak kecil anak saya memang sudah menunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan-kegiatan rohani. Saya bersyukur bahwa ia dapat belajar dan dilatih di STTRI untuk menjadi seorang hamba Tuhan. Saya melihat kemajuannya yang begitu pesat, baik dalam kedewasaan maupun dalam kemampuannya mengkonsepkan pemikiran-pemikiran teologi dan filsafat. Saya berdoa supaya ia boleh menjadi terang di tengah kegelapan dunia."

Pdt. Jacob Oentoro Kurniadi (Gembala Sidang GBT Surabaya, ayah dari Simeon Theojaya, alumnus, S.Th., 2010)

Hubungi Kami
Online via Yahoo!Messenger:


Offline dengan mengisi pesan di bawah ini:
Name
Phone
Email
Subject
Message
Captcha
Kontak Info
STT Reformed Indonesia (STTRI, dulu STTRII)
Jl. Kemang Utara 9 no. 10
(masuk lewat jl. Kemang Utara 10)
Jakarta Selatan 12760
(Peta lokasi bisa dilihat/diunduh di sini.)
Telp
:
(021) 7982819, 7990357
Fax
:
(021) 7987437
Email
:
reformed@idola.net.id
Website
:
www.reformedindonesia.ac.id
www.KonselingKristen.org

Bank
:
CIMB Niaga (Cabang Kemang)
No. Acc.
:
800073329000 (Rp.)
253.02.00081.001 (USD)
A/n
:
Yayasan Lembaga Reformed Indonesia
COPYRIGHT © 2013 STT Reformed Indonesia. ALL RIGHTS RESERVED. Developed by Aqua-Genesis Web Development and Design